Buku Perjalanan Mencari Kebenaran

Cover for Promotion

Tulisan ini berawal dari pertanyaan-pertanyaan unik mengenai Al-Qur’an.
Tentang mengapa ayat Al-Qur’an sering kali sulit dimengerti?
Mengapa ayat-ayat nya seperti meloncat-loncat dan tidak tersusun secara sistematis?
Bagaimana cara meraih maknanya dengan baik sehingga bisa diamalkan dalam kehidupan kita?
Apakah ada pengaruhnya jika kita bisa berbahasa Arab dalam mempelajari Al-Qur’an?
Bukankah mampu berbahasa Arab pun belum menjamin seseorang bisa menjangkau makna Al-Qur’an?

Tulisan ini mungkin tidak bisa menjawab semua pertanyaan di atas. Ini hanyalah sharing yang mungkin bisa diambil manfaatnya dan dipakai untuk memotivasi. Motivasi untuk terus mencari jawaban, menggunakan segala potensi yang kita miliki, termasuk akal. Dan akal bukanlah logika tanpa batas. Akal adalah logika yang tunduk dan rendah hati.

Motivasi bagi siapa pun yang memiliki pertanyaan yang sama, atau bahkan yang sedang mengalami krisis keimanan, atau untuk siapa pun yang pada titik tertentu dalam hidupnya mulai bertanya: Mengapa saya ada di sini? Untuk apa sih tujuan hidup ini? Apa yang terjadi setelah saya mati? Dari mana saya tahu saya memiliki keyakinan yang benar?

Dapatkan bukunya di sini:
http://jejakpublisher.com/product/perjalanan-mencari-kebenaran/

Dapatkan juga e-book nya di Google Play Book:
Google Play Book – Perjalanan Mencari Kebenaran

Testimonials

“Seorang sahabat shalih dengan bukunya yang luar biasa. Dengan latar belakang penulis sebagai seorang engineer yang fact-based, kekuatan buku ini adalah justru pada bagian lampirannya yang memaparkan word-count kata di Al Quran yang mendukung paparan di bab-bab sebelumnya.”
Taufiq Firmansyah

“A beautiful message wrapped up in a systematic writing and solidified by data.”
Cindy Chairunissa

“Penyajian tulisannya anak teknik banget. Jelas dan mudah dimengerti dengan contoh-contoh yang tepat.”
Pria Anantadi

“Tentu bukan hal yang mudah ketika memutuskan untuk hijrah.
Hijrah ga melulu dari keburukan ke kebaikan, bisa juga dari yang baik menuju ke yang lebih baik. Tidak ada seorang pun yang dapat menakar “shibghah” Allah kepada seorang hamba. Karena ia, bukan lagi tentang harta, jabatan, pekerjaan, dan lain-lain, melainkan hanya dia yang dapat menikmatinya. Dan orang selainnya hanya bisa menerka-nerka. Ini hari terakhir sang penulis berada di daerah yang mempertemukan kami kembali dan hidup bertetangga dan saling bertukar ilmu selama 1,5 tahun lebih. Insya Allah kita akan bertemu kembali suatu saat nanti dan saling mendoakan agar kita kembali berjumpa dan bersama di Jannah-Nya.”
Dendi Wardani | Bojonegoro, 1 Juli 2018

 

 

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s