Dark Ages atau Golden Ages? | Episode 3

steampunk-1636156_1280

<< Episode 2
<< Episode 1

“Pada suatu masa, ada sebuah peradaban, yang terbesar dan terhebat di dunia. Peradaban yang bisa membangun negara super kontinental yang terbentang dari suatu lautan ke lautan lainnya, dan dari iklim utara, tropis hingga gurun. Di dalam kekuasaannya, hidup ratusan juta orang dengan kepercayaan dan etnis yang berbeda-beda.

Salah satu bahasanya menjadi bahasa universal di hampir seluruh penjuru dunia, yang menjembatani orang-orang dari ratusan daratan. Angkatan bersenjatanya terbentuk dari tentara-tentara yang berasal dari bangsa yang berbeda, dan perlindungan militernya telah membuat suatu tingkat perdamaian dan kemakmuran yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Jangkauan perdagangan dari peradaban ini terbentang dari Amerika Latin hingga Cina, dan semua yang berada di antaranya.

Dan peradaban ini digerakkan bukan oleh sesuatu apa pun kecuali dengan penemuan-penemuan. Ilmu arsitekturnya berhasil merancang bangunan yang menentang gravitasi. Ahli-ahli matematikanya menciptakan aljabar dan algoritma yang memungkinkan pembuatan komputer pada saat ini, serta memungkinkan penggunaan teknologi enkripsi. Para dokternya meneliti tubuh manusia, dan menemukan obat-obat baru untuk suatu penyakit. Astronom-astronomnya meluaskan pandangannya ke langit, memberi nama bintang-bintang, dan membuka jalan ke teknologi dan eksplorasi ruang angkasa. Penulis-penulisnya membuat ribuan buku. Dan ketika bangsa-bangsa lain takut akan suatu ide baru, peradaban ini justru berjuang dan tumbuh subur dengannya.

Meskipun peradaban barat modern memiliki banyak ciri-ciri yang sama, peradaban yang saya bicarakan adalah Dunia Islam dari tahun 800 hingga 1600, termasuk di dalamnya Kekaisaran Turki, pemerintahan Baghdad, Damaskus, Kairo dan penguasa-penguasa tercerahkan seperti Suleiman Yang Luar Biasa (Suleyman the Magnificent).

Walaupun kita sering tidak menyadari betapa berutangnya kita kepada peradaban ini, karena hadiah yang diberikan oleh mereka telah menjadi bagian dari warisan kita. Dan industri teknologi tidak akan pernah ada tanpa kontribusi dari matematikawan-matematikawan Arab.”

Paragraf di atas adalah kutipan pidato dari Carly Fiorina, seorang pebisnis, ahli sejarah dan CEO dari Hewlett-Packard Corporation, yang disampaikan dalam pertemuan manager-manager sedunia, dua minggu setelah kejadian 11 September 2001.

Luar biasa.

<< Episode 2
<< Episode 1

Ref:
1001 Inventions – The Enduring Legacy of Muslim Civilization, Salim T.S. Al-Hassani, Chief Editor

Note: Baca fakta menarik lainnya di episode tulisan berikutnya.

 

 

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s