Perjalanan Menjalani Kebenaran – Bagian 5

Image by Pexels from Pixabay

Brick by Boring Brick – Paramore, delete…
Hands Down – Dashboard Confessional, delete…
Dear Agony – Breaking Benjamin, delete…
Menunggang Badai – Barasuara, delete…
Separuh Aku – Noah, delete…
Sempurna – Andra and The Backbone, delete…
Only One – Yellowcard, delete…
Blue and Yellow – The Used, delete…
I’m Not Okay – My Chemical Romance, delete…
All favorites, all historical, all memory containing, all musics, delete all…

Captain America: The First Avenger, greeet…
(suara bagian bawah DVD yang tergores oleh pisau)
Iron Man, greeet…
The Incredible Hulk, greeet…
Iron Man 2, greeet…
Thor, greeet…
The Avengers, greeet…
Iron Man 3, greeet…
Thor: The Dark World, greeet…
Captain America: The Winter Soldier, greeet…
Guardians of The Galaxy, greeet…
Avengers: Age of Ultron, greeet…
Ant-Man, greeet…
Captain America: Civil War, greeet…
Marvel Agents of S.H.I.E.L.D. – Season 1 (22 episode), greeet…
Marvel Agents of S.H.I.E.L.D. – Season 2 (22 episode), greeet…
All favorites, all DVDs, all files, all movies, delete, rusakkan, buang…

Torchlight, uninstall…
Torchlight 2, uninstall…
Kingdom of Amalur, uninstall…
Starcraft II, uninstall…
Need for Speed Underground – all series, uninstall…
Minecraft, uninstall…
Call of Duty 4: Modern Warfare, uninstall…
Clash of Clans, uninstall…
Township, uninstall…
Boom Beach, uninstall…
Hay Day, uninstall…
Kingdom Rush – all series, uninstall…
Clash Royale, uninstall…
All PC games, all mobile games, uninstall all…

Salah satu langkah yang paling berat waktu itu, adalah meninggalkan musik, untuk Al-Qur’an. Juga meninggalkan film dan game, untuk menuntut ilmu.

Musik itu sudah menjadi bagian dari hidup yang mengalir di dalam darah, dan mengakar ke dalam hati. Dan saya waktu itu bukan saja penikmat musik, tapi juga kreator musik. Istri saya menjadi saksi atas puluhan lagu yang saya ciptakan. Bayangkan bagaimana rasanya mencabut sesuatu yang sudah mengakar itu, dari hati dan memori.

Jika bukan karena Allah yang menggantikan kekosongan dan luka itu dengan Al-Qur’an, mungkin saya tidak akan mampu.

Begitu pula hobi menonton dan bermain game. Yang dulu sudah menjadi jadwal rutin di setiap waktu senggang. Dulu tak pernah terbersit sekali pun keinginan untuk mengkaji ilmu agama lebih dalam, atau setidaknya membaca 1 atau 2 buku, karena yang terbersit ketika waktu senggang tiba, adalah rencana-rencana untuk menonton film-film baru, atau episode-episode baru, atau menamatkan game ini, mencoba game yang itu. Dari satu film ke film yang lain, dan dari satu game ke game yang lain. Tokoh-tokoh dan karakter-karakternya pun sudah begitu mengakar di dalam hati. Bayangkan bagaimana rasanya menghapus mereka semua, dari hati dan memori.

Jika bukan karena Allah yang yang menggantikan mereka semua dengan kelezatan menuntut ilmu, jelas saya tidak akan mampu.

Dan meskipun memori-memori lama itu kadang masih seringkali muncul di dalam hati, namun kenikmatan dalam menghafal Surah atau ayat-ayat yang baru, dan keinginan untuk ‘menamatkan’ hafalan Al-Qur’an, langsung menutup itu semua.

Dan ketika rasa baper muncul, rasa ‘haus’ dan ‘lapar’ kepada ilmu, kepada Bahasa Arab, kepada kitab-kitab para Ulama, kepada nasehat-nasehat para Asatidz, begitu cepat mengubur kenangan lama itu.

Maka segala puji bagi Dia yang telah menghidupkan hati, setelah matinya. Sebagaimana Dia menghidupkan bumi, setelah matinya.

Ditulis oleh: Eka Pratama
28 Ramadhan 1440 H

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Ridha says:

    Musik sudah bisa ditinggalin. Sekarang gak sampai 500mb musik di kompie. Dalam satu tahun sudah mulai jarang dengar musik. Tinggal 1 gem laknat yang belum selesai. Masih dalam proses. Ini barusan uninstal. Semoga gak diinstal lagi. hahaha

    Asli beneran, kalau sudah tinggalin musik, pikiran gak lari ke suara-suara. Jangan lupa, TV juga ditinggalin. Pesaingnya sekarang yutup. xixixi

    Liked by 1 person

    1. Eka Pratama says:

      Alhamdulillah… Baarakallaahu fiik… Semoga Allah memberikan kita semua ke-istiqamah-an ya Bro Ridha. Berhijrah itu pastinya ngga gampang. Ngga ada seorang pun yang bisa ngerasa aman dari terpeleset lagi. Butuh sahabat-sahabat yang saling mengingatkan dan menyemangati.

      InsyaAllah… selangkah demi selangkah, makin mantap ya Bro. Semakin sedikit ruang musik di memori kita, semakin banyak ruang untuk hafalan Al-Qur’an šŸ™‚ Apalagi kalo rutin dengerin murotal. Kalo diulang2 terus, bisa hafal sendiri tuh, insyaAllah…
      Begitu pula gem, semakin sedikit dia, insyaAllah semakin banyak waktu yang bisa kita pake buat menuntut ilmu, atau hal positif lainnya.

      Betul termasuk TV tuh Bro. Alhamdulillah….di rumah juga TV ga konek ke antenna, cuma dipake play video2 buat anak2 yang kontennya dipilih secara selektif. Pesaingnya bener tuh yutup, bro. Haha…. Trick nya mungkin subsribe aja ke channel2 dakwah yang resmi.

      Anyway, semoga sukses terus ya Bro, hijrah-nya dan usaha-nya…
      Wallahu yubaariku fiik…

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.