Sayap Ke-rendahdiri-an

Image by skalekar1992 from Pixabay

Beberapa hari yang lalu, saya diajari kosa kata baru جَنَاح (janaah), yang artinya “sayap” atau “wing“. Koq kayanya familiar ya kata janaah ini? Dan ternyata kata ini memang ada di Surah Al-Isra ayat 24 yang sering saya dengar. Ayat tentang birrul walidayn (berbakti kepada kedua orang tua).

Sekilas dari terjemahannya memang ngga ada kata sayap di situ. Koq bisa ya? Mari kita teliti kata per kata.

Wakhfidh وَاخْفِضْ . Kata اخْفِضْ adalah kata kerja perintah (Fi’l Amr) yang berasal dari kata kerja bentuk lampau (Fi’l Maadhi) خَفَضَ yang artinya “telah menurunkan” atau “lowered“. Ketika menjadi bentuk present verb (Fi’l Mudhaari’) menjadi يَخْفِضُ (menurunkan / lowers), dan ketika menjadi kata kerja perintah (Fi’l Amr) menjadi اخْفِضْ yang artinya “Turunkan!” atau “Lower!”.

Wakhfidh lahumaa وَاخْفِضْ لَهُمَا . Kata لَهُمَا itu sebenarnya terdiri dari 2 kata, yaitu ل dan هُمَا . Kata ل adalah harfu jarr yang artinya “untuk” atau “for“. Sedangkan هُمَا adalah kata ganti orang ketiga (dhamiir ul-ghaaib) dalam bentuk dual, yang artinya “mereka berdua” atau “both of them“.

OK. Jadi وَاخْفِضْ لَهُمَا artinya “Dan turunkan untuk mereka berdua,” atau “And lower down for both of them,”.

Menurunkan apa?

Janaahadz dzulli جَنَاحَ الذُّلِّ . Dua kata ini adalah fragmen (idhaafah) yang terdiri dari kata جَنَاحَ yang artinya sayap, dan الذُّلِّ yang artinya “the humility” atau “kerendah-dirian”. Dalam fragmen ini, جَنَاحَ bertindak sebagai mudhaaf dan الذُّلِّ sebagai mudhaafun ilayh.

Sehingga جَنَاحَ الذُّلِّ artinya “the wing of humility” atau “sayap kerendah-dirian”.

Wakhfidh lahumaa janaahadz dzulli 
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ
And lower down for both of them, the wing of humility
“Dan turunkan untuk mereka berdua, sayap kerendah-dirian”

Jleb! Sungguh luar biasa indah dan menohok kata yang Allah gunakan ini. Turunkanlah sayap kerendah-dirian kita di hadapan mereka berdua. Sebagus apapun, secantik apapun “sayap” yang kita miliki, sayap kebanggaan kita, baik itu harta, kepintaran, bahkan ilmu agama sekalipun. Turunkanlah sayap itu di hadapan mereka. Rendahkanlah diri kita.

Seringkali kita, ketika sudah ngaji, menjadi penuntut ilmu, ketika bertemu orang tua kita yang belum mengaji, timbul rasa arogan. Merasa lebih berilmu dari mereka berdua. Ketika bertemu dan mengobrol dengan mereka, kita angkat dan pamerkan sayap kita selebar-lebarnya. Mendebat mereka, meninggikan suara kita.

Subhaanallaah. Sahabat, Allah memerintahkan kita untuk menurunkan sayap kita.

Minar rahmah مِنَ الرَّحْمَةِ , out of mercy, karena kasih sayang kita kepada mereka.

Sungguh sebuah keindahan bahasa, yang tidak akan tertangkap oleh terjemahan semata.

Ditulis oleh: Eka Pratama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.