Cahaya di dalam Dada

Di dalam dada seorang mu’min, ada sebuah cahaya. Cahaya dari sebuah lentera di dalam kaca. Yang kacanya sendiri, begitu bening dan berkilau, bagai bintang-bintang di angkasa.

Yang dinyalakan dengan minyak zaitun yang paling jernih. Minyak zaitun terbaik, yang seakan-akan menyala, karena begitu jernihnya dan begitu cemerlangnya. Padahal api belum menyentuhnya.

Minyak zaitun yang tidak dihasilkan dari pohon, yang tumbuh di timur, maupun di barat.

Ketika pemiliknya bermaksiat kepada-Nya, timbullah titik hitam di kaca yang begitu bening itu. Kemaksiatan demi kemaksiatan, lama kelamaan menjadi kebiasaan. Dan tanpa disadari pemiliknya, kaca tersebut sudah menjadi buram. Sehingga cahaya lenteranya semakin meredup, dan bahkan hampir padam.

Dan ketika pemiliknya kembali kepada-Nya. Meminta ampunan-Nya. Bertaubat kepada-Nya. Maka perlahan-lahan beninglah kembali, kaca lenteranya.

Bertemulah keduanya.
Lentera cahaya iman, dan bahan bakarnya, cahaya petunjuk dari-Nya,
yaitu Al-Qur’an…

Bersinarlah cahaya yang terang benderang.
Cahaya di atas cahaya.

– Dirangkum dari Tafsir Ibn Katsir, Surah An-Nuur ayat 35.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.