Tajrī Min Tahtihal-Anhār Bagian 2

Al-Firdaus. Tertinggi dari seratus tingkat yang Allāh ciptakan. Yang jarak antar setiap dua tingkatnya, sejauh perjalanan seratus tahun.

Highest garden. Jannah tertinggi yang telah Allāh siapkan untuk para pemenang.

Yang khusyū‘ di dalam shalatnya. Serta memelihara dan menjaga waktu-waktunya. Menjauhkan dirinya, dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna. Menunaikan hak para dhu’afā‘ yang ada pada hartanya. Mencukupkan diri dengan yang halal, bagi syahwat dan kemaluannya. Serta menjaga dan memelihara amanah-amanah dan janji-janjinya.

Merekalah pewaris Al-Firdaus.
Dan mereka abadi di sana.
Selalu hidup, dan tidak mati selamanya.
Selalu sehat, dan tidak sakit selamanya.
Selalu muda, dan tidak akan tua selamanya.
Selalu ada dalam kenikmatan, dan tidak menderita selama-lamanya.

Ditulis oleh: Eka Pratama

Referensi:

  • Tafsīr Ibn Katsīr, Sūrah Al-Mu’minūn, ayat 1-11
  • An-Nihāyah fil-Fitan wal-Malāhim, Ibn Katsīr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.