Rabbanā Zhalamnā Anfusanā

Sering ya rasanya denger doa ini:

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
Rabbanā zhalamnā anfusanā wa in lam taghfir lanā watarhamnā lanakūnanna minal-khāsirīn

Saking seringnya & familiarnya sama doa ini, kita sering ngga ngeh sama maknanya.

Rabbanā رَبَّنَا | Ya Rabb kami…
zhalamnā ظَلَمْنَا | kami telah berbuat zhalim
anfusanā أَنفُسَنَا | kepada diri kami sendiri
wa in lam taghfir lanā وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا | dan jika Engkau tidak mengampuni kami,
wa tarhamnā وَتَرْحَمْنَا | dan mengasihi kami,

lanakūnanna لَنَكُونَنَّ

Ini yang kita sering ngga ngeh.
Bagi pembelajar tata Bahasa Arab, pasti bisa ngeliat kalo di sini ada dua bentuk tawkīd (penegasan). Yaitu ل dan ن. Tanpa keduanya, kata ini adalah fi’l mudhāri’ (present verb) نَكُونُ.

Ketika punya dua huruf tawkīd, itu kalo Bahasa Inggris, macam bilang: “Surely, definitely…” atau macam “Indeed, verily…“. Kalo Bahasa Indonesia mungkin macam bilang: “Sungguh, pasti…

O our Rabb… we have wronged ourselves. And if You didn’t forgive us, and have mercy on us, indeed, verily, we are…

“Ya Rabb kami… kami telah berbuat zhalim kepada diri kami sendiri. Dan jika Engkau tidak mengampuni kami, dan mengasihi kami, maka sungguh, pasti, kami…”

minal-khāsirīn مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
…among the losers.”
“…termasuk orang-orang yang gagal / yang rugi.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.