An-Nafsul Muthma’innah

Ketika seseorang sudah merasa tenang dari keraguan menjadi yakin, dari lalai menjadi mawas diri, dari khianat menjadi taubat, dari riya’ menjadi ikhlas, dari bodoh menjadi berilmu, dari berdusta menjadi jujur, dari lemah (akal) menjadi cerdas, maka dalam keadaan itu berarti nafs-nya sudah muth’mainnah (tenang). Dalam keadaan sadar seperti itu ia dapat melihat apa yang diciptakan…

Tiga Jenis Jiwa Manusia

Di dalam Al-Qur’an, Allah subhānahu wata’ālā menyebutkan beberapa jenis jiwa manusia: An-Nafsul Muthma’innah (jiwa yang tenang) An-Nafsul Lawwāmah (jiwa yang suka mencela) An-Nafsul Ammāratu bis-Sū’ (jiwa yang selalu memerintahkan kepada kejelekan) Bagi yang hafal Surah Al-Fajr, pastilah familiar dengan ayat-ayat dahsyat, yang mengisahkan suatu Hari, ketika Rabb kita, datang beserta para malaikat yang bershaf-shaf. Hari…

Momen Kesuksesan Seorang Mu’min

Kebanyakan orang melihat kesuksesan itu adalah, ketika pada akhirnya misalnya, punya usaha yang cukup maju, atau memiliki tabungan yang cukup besar untuk investasi, sehingga bisa mendapatkan passive income tanpa harus bekerja. Sehingga bisa menikmati hidup, tanpa harus bersusah payah. Sehingga bayangan kesuksesannya adalah momen-momen ketika pada akhirnya bisa punya rumah yang bagus, mobil yang mulus,…

Untuk Apa Saya Ada di Sini?

Banyak yang menanyakan pertanyaan ini di suatu titik dalam hidupnya. Termasuk saya beberapa tahun yang lalu. Why am I here? What am I doing? What is the purpose of this life? Kenapa sih saya ada di sini? Saya sebenernya lagi ngapain di dunia ini? Apa sih yang saya kejar? Apa sih sebenernya tujuan hidup ini?…

Sebab Hidupnya Hati

Sebab-sebab hidupnya hati dan makanan yang bermanfaat untuknya: Berdzikir kepada Allah ‘azzawajalla dan tilawah Al-Qur’an Istighfar Do’a Shalawat kepada Nabi ﷺ Shalat malam – Al-Bahrurraa’iq fizzuhdi warraqaa’iq, Zuhud dan Kelembutan Hati, Dr. Ahmad Farid, Bab 7