Tajrī Min Tahtihal-Anhār Bagian 3

Bayangkan jika tanah tempat kita berpijak, tak lagi hitam ataupun coklat warnanya, melainkan berupa butiran tepung putih misk murni. Dan kerikil-kerikilnya, bukanlah batu biasa, namun mutiara. Serta yāqūt, ruby, batu permata merah delima. Lalu sungai-sungainya…Bukanlah sungai dengan air yang payau. Namun sungai madu, susu dan khamr yang tidak memabukkan. Senantiasa teduh…Dengan pohon-pohon yang selalu berbuah….

Tajrī Min Tahtihal-Anhār Bagian 2

Al-Firdaus. Tertinggi dari seratus tingkat yang Allāh ciptakan. Yang jarak antar setiap dua tingkatnya, sejauh perjalanan seratus tahun. Highest garden. Jannah tertinggi yang telah Allāh siapkan untuk para pemenang. Yang khusyū‘ di dalam shalatnya. Serta memelihara dan menjaga waktu-waktunya. Menjauhkan dirinya, dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna. Menunaikan hak para dhu’afā‘ yang ada pada…

Tajrī Min Tahtihal-Anhār Bagian 1

Kebun-kebun anggur, naungan yang terbentang luas, teduh, hijau, kelak tak ada lagi penderitaan di sana. Tak ada kesulitan hidup. Tak ada kesedihan. Tak ada kekhawatiran. Mengalir dari bawah istana-istananya, dari bawah pohon-pohonnya,sungai-sungai… Jannah ‘āliyah, elevated garden, kebun di tempat yang tinggi.Tak ada lagi kematian, yang ada hanya keabadian. Muda belia, selamanya tak pernah tua. Dengan…